Pengertian, Dasar Hukum, Fungsi serta Contoh Surat Kuasa Istimewa

A. Pengertian

Surat Kuasa Istimewa adalah surat kuasa yang dibuat untuk melakukan tindakan hukum tertentu yang sangat penting yang sebetulnya hanya boleh dilakukan oleh pemberi kuasa sendiri. Saking pentingnya, pasal 123 HIR mengatur bahwa surat kuasa istimewa hanya dapat diberikan dalam bentuk surat yang sah. R. Soesilo menafsirkannya dalam bentuk akta autentik dan pendapat ini diterima oleh praktisi hukum secara umum.

Jadi ciri khusus yang membedakan surat kuasa istimewa dengan surat kuasa yang lainnya adalah:

  1. Dibuat dalam bentuk akta autentik (seperti akta notaril) dan
  2. Harus ditegaskan dengan kata-kata yang tegas mengenai tindakan apa yang akan dilakukan oleh penerima kuasa.
B. Cakupan Surat Kuasa Istimewa

Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, bahwa surat kuasa istimewa dibuat hanya terbatas pada tindakan yang sangat penting, yang pada prinsipnya hanya boleh dilakukan oleh pemberi kuasa itu sendiri dan tidak boleh dikuasakan kepada orang lain meskipun menggunakan surat kuasa khusus. Namun dalam kondisi tertentu, hukum tidak bisa juga memaksakan seseorang untuk melakukan perbuatan hukum jika memang yang bersangkutan (in person) berhalangan hadir seperti karena sakit keras atau yang bersangkutan berada di luar negeri untuk suatu pekerjaan penting.

Lalu tindakan hukum seperti apa yang tidak dapat dikuasakan sekalipun dengan menggunakan surat kuasa khusus dan hanya dapat dilakukan dengan menggunakan surat kuasa istimewa? Cakupan atau lingkup tindakan yang dapat diwakilkan dengan kuasa istimewa hanya terbatas pada:

  1. Memindahtangankan benda milik pemberi kuasa, atau untuk meletakkan hipotek (hak tanggungan) di atas benda tersebut;
  2. Membuat perdamaian dengan pihak ketiga;
  3. Mengucapkan sumpah penentu (decesoir eed) atau sumpah tambahan (supletoir eed) sesuai dengan ketentuan pasal 157 HIR atau pasal 184 R.Bg.

C. Praktik di Pengadilan Agama

Salah satu bentuk praktik penggunaan surat kuasa istimewa dalam hukum acara pada Pengadilan Agama adalah pemberian kuasa seorang suami yang akan menjatuhkan talak kepada istri yang akan diceraikannya di muka persidangan.

Pada dasarnya pengucapan ikrar talak adalah suatu perbuatan hukum yang harus dilakukan sendiri oleh yang bersangkutan, sama halnya ketika melakukan akad nikah dimana calon suami harus menerima (kabul) akad dari wali calon istri secara langsung. Namun pada praktiknya, pihak Pemohon izin cerai talak (suami) dapat menguasakannya kepada orang lain menggunakan surat kuasa istimewa.

Artinya, jika seseorang ingin memberikan kuasa kepada orang lain untuk mengucapkan ikrar talak di muka persidangan, maka yang bersangkutan dan yang akan menerima kuasa harus datang ke pejabat notaris setempat untuk membuat surat kuasa istimewa yang didalamnya juga harus memuat redaksi yang tegas. Sebagai contoh, redaksi yang tegas dalam surat kuasa istimewa pengucapan ikrar talak adalah sebagai berikut:

“Pada hari ini, senin tanggal 25 Februari 2019, saya (nama penerima kuasa) kuasa istimewa dari (nama pemberi kuasa) untuk dan atas nama yang bersangkutan menjatuhkan talak satu raj’i terhadap istrinya yang bernama (nama istri pemberi kuasa)”

D. Persoalan Surat Kuasa Istimewa

Penggunaan surat kuasa istimewa dalam bentuk akta autentik sebenarnya masih menjadi perdebatan, ada sebagian pakar hukum yang berpendapat bahwa surat kuasa istimewa tidak harus dalam bentuk akta autentik. Selain itu, bagi yang berpendapat bahwa surat kuasa istimewa harus dalam bentuk akta autentik, dalam praktiknya masih terdapat perbedaan pendapat mengenai apakah harus dibuat di hadapan notaris atau bisa dibuat di hadapan pejabat lainnya. Sebagaimana contoh praktik di Pengadilan Agama yang saya gambarkan di atas, ada yang berpendapat bahwa surat kuasa istimewa yang akan digunakan untuk melakukan tindakan hukum di muka persidangan dapat dibuat di hadapan panitera Pengadilan.

Demikianlah penjelasan tentang pengertian, dasar hukum dan fungsi dari surat kuasa istimewa. Semoga bermanfaat. Jika Anda menyukai artikel ini, mohon share atau berkomentar untuk memberikan pendapat mengenai persoalan surat kuasa istimewa. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *