Pengertian Gugatan Perdata Menurut Para Ahli Hukum

Source: insidesmallbusiness.com.au

Pasal 2 ayat (1) undang-undang nomor 4 tahun 2004 tentang kekuasaan kehakiman telah menyebutkan secara jelas bahwa fungsi dari badan peradilan dalam perkara perdata adalah menerima, memeriksa dan mengadili serta menyelesaikan sengketa di antara para pihak yang berperkara. Kata “sengketa” atau yang dikenal juga dengan istilah contentious menunjukkan bahwa pihak yang berperkara terdiri dari dua orang atau lebih yang saling berlawanan kepentingan. Salah satu adalah penggugat sebagai pihak yang menuntut hak dan pihak lawan adalah tergugat sebagai orang yang dituntut.

Seseorang untuk dapat menuntut hak keperdataannya melalui pengadilan harus menuangkannya dalam sebuah gugatan. Dan gugatan tersebut harus dalam bentuk tertulis atau surat. Berikut ini pengertian gugatan atau surat gugatan menurut para ahli:

  1. Prof Sudikno Mertokusumo mendefinisikan gugatan sebagai tuntutan perdata (burgerlijke vodering) tentang hak yang mengandung sengketa dengan pihak lain.1)Yahya Harahap, Hukum Acara Perdata, Jakarta: Sinar Grafika, 2011, hal. 47
  2. Retnowulan Sutantio menjelaskan bahwa gugatan harus ada seorang atau lebih yang merasa haknya telah dilanggar, tetapi orang yang dirasa melanggar haknya tidak mau secara sukarela melakukan sesuatu yang diminta itu.2)Retnowulan Sutantio, Hukum Acara Perdata dalam Teori dan Praktek, Bandung: Mandar Maju, 2009, hal.10
  3. Dr. Mukti Arto, SH menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan surat gugatan adalah surat yang diajukan oleh penggugat kepada ketua pengadilan yang berwenang, yang memuat tuntutan hak yang di dalamnya mengandung sengketa dan sekaligus merupakan dasar landasan pemeriksaan perkara dan pembuktian kebenaraan suatu hak.3)Mukti Arto, Praktek Perkara Perdata pada Pengadilan Agama, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011, hal. 39
  4. Zainal Asikin memberikan pengertian bahwa yang dimaksud dengan gugatan adalah suatu tuntutan yang disampaikan kepada ketua pengadilan yang berwenang oleh seseorang mengenai suatu hal akibat adanya persengketaan dengan pihak lainnya yang kemudian mengharuskan hakim memeriksa tuntutan tersebut menurut cara tertentu yang kemudian melahirkan putusan terhadap putusan tersebut.4)Zainal Asikin, Hukum Acara Perdata di Indonesia, Jakarta: Kencana, 2015, hal. 19

Beberapa ahli hukum tersebut di atas memberikan definisi tentang gugatan atau surat gugatan sedikit agak berbeda-beda. Namun perbedaan tersebut bukan karena sudut pandang mereka yang berbeda dalam menafsiri apa itu surat gugatan, melainkan cara mereka menjabarkan pengertiannya saja yang berbeda. Ada yang mendefinisikan secara lebih umum seperti Prof Sudikno Mertokusumo dan ada juga yang mendefinisikan secara lebih spesific dan lebih tehnis seperti pendapatnya Dr. Mukti Arto.

Dari pendapat-pendapat para ahli hukum tentang gugatan tersebut di atas, jika kita buat konklusinya, maka unsur-unsur yang terkandung dalam definisi gugatan adalah sebagai berikut:

  • Gugatan selalu mengandung sengketa
  • Sengketa muncul karena ada pihak yang merasa dirugikan menuntut kepada orang yang dirasa merugikan.
  • Orang yang merugikan tidak mau memberikan hak orang yang dirugikan secara sukarela.
  • Dengan demikian, selalu ada minimal dua kubu pihak yang bersengketa, yaitu penggugat dan tergugat.
  • Diajukannya kepada ketua pengadilan yang berwenang.
  • Diajukan sebagai landasan dalam pemeriksaan dan pembuktian perkara.

Demikianlah penjelasan singkat tentang definisi atau pengertian gugatan perdata menurut para ahli hukum Indonesia. Jika Anda menyukai artikel ini, mohon share dengan memberikan like, twit atau meninggalkan komentar di bawah ini. Terima kasih.

References   [ + ]

1. Yahya Harahap, Hukum Acara Perdata, Jakarta: Sinar Grafika, 2011, hal. 47
2. Retnowulan Sutantio, Hukum Acara Perdata dalam Teori dan Praktek, Bandung: Mandar Maju, 2009, hal.10
3. Mukti Arto, Praktek Perkara Perdata pada Pengadilan Agama, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011, hal. 39
4. Zainal Asikin, Hukum Acara Perdata di Indonesia, Jakarta: Kencana, 2015, hal. 19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *